Bekali Siswa dengan Wawasan Komprehensif, Hari KeduaMatsama MTsN 2 Kota Malang Berlangsung Semarak
Kota Malang – Suasana semangat dan antusiasme mewarnai hari kedua Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (Matsama) Angkatan 48 di MTsN 2 Kota Malang, Selasa (15/7/2025). Seluruh peserta didik baru kelas VII Tahun Pelajaran 2025-2026 mengikuti serangkaian kegiatan yang dirancang untuk membangun karakter, wawasan, dan kesiapan dalam menempuh pendidikan di madrasah. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan dan Koridor MTsN 2 Kota Malang ini tidak hanya diisi dengan kegiatan internal, tetapi juga menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai instansi, mulai dari Puskesmas, Babinsa, hingga Ketua DWP Kementerian Agama Kota Malang.
Hari dimulai dengan apel pagi untuk melatih kedisiplinan, dilanjutkan dengan Sholat Dhuha berjamaah untuk memperkuat sisi spiritual siswa. Setelah itu, para peserta didik baru menerima berbagai materi penting yang menjadi bekal mereka selama menjadi bagian dari keluarga besar MTsN 2 Kota Malang.

Sesi pertama diisi oleh dua pilar kesiswaan madrasah, yaitu Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Ary Budiono, S.Pd., dan Pembina OSIS, Miftahul Khoiri, M.Ag. Penegakkan disiplin sosialisasi tata tertib oleh pimpinan madrasah. Dalam paparannya, beliau berdua menekankan bahwa tata tertib, nilai, dan norma yang berlaku di MTsN 2 Kota Malang (Matsandatama) bukanlah sekadar aturan yang mengekang, melainkan sebuah pedoman untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan nyaman. "Tata tertib ini adalah pagar kita bersama. Pagar yang menjaga agar proses belajar mengajar berjalan lancar dan setiap siswa dapat mengembangkan potensinya secara maksimal," ujar Ary Budiono. Beliau juga mengajak siswa untuk memahami esensi dari setiap aturan demi membentuk karakter yang disiplin dan bertanggung jawab.

Bekerja sama dengan Petugas Puskesmas Gribig Kota Malang, para siswa diajak untuk lebih peduli terhadap kesehatan pribadi dan lingkungan. Pesan utama yang disampaikan sangat praktis dan mendasar, "Mari membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat." Fokus utama dari sosialisasi ini adalah praktik mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir. Melalui peragaan langsung, petugas puskesmas menunjukkan langkah-langkah cuci tangan yang efektif untuk mencegah penyebaran kuman dan penyakit. Edukasi ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik yang dibawa siswa tidak hanya di lingkungan madrasah, tetapi juga di rumah.

Aiptu Kholil, selaku Babinsa Kelurahan Cemorokandang, memberikan materi dengan pendekatan yang tegas namun bersahabat. Beliau menyoroti dua isu krusial yang relevan dengan remaja saat ini, lalu lintas dan bahaya NAPZA. "Tanggung jawab bisa dimulai dari hal kecil, seperti memakai helm saat berkendara dan mematuhi rambu lalu lintas," tegasnya. Lebih lanjut, Aiptu Kholil mengingatkan para siswa akan bahaya merokok dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) yang dapat menghancurkan masa depan. "Jauhi rokok dan narkoba. Masa depan kalian terlalu berharga untuk dirusak oleh barang-barang terlarang itu. Isilah dengan prestasi dan hal-hal positif," pesannya.

Sesi yang paling menarik perhatian adalah pemaparan tentang moderasi beragama oleh Ketua DWP Kemenag Kota Malang, Ibu Hj. Raoudhoh Quds Shampton. Dalam sesi sosialisasi bertajuk "Semai Sirama" (Sembilan Nilai Moderasi Beragama), Ning Raoudhoh menjelaskan konsep pentingnya menjadi muslim yang moderat. Sesi ini menjadi lebih interaktif dan hidup saat peragaan menggunakan alat inovatif berupa "Pohon Refleksi""Jadilah generasi muslim yang moderat, yang mampu berpikir terbuka, menghargai perbedaan, dan menebarkan kedamaian. Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin ," pesan Ning Raoudhoh, sapaan akrab beliau. Kolaborasi antara pemateri eksternal dan guru internal ini berhasil memberikan fondasi kuat bagi siswa untuk hidup harmonis dalam keberagaman.
Secara istimewa, peragaan ini dipandu langsung oleh guru IPA MTsN 2 Kota Malang, Erna Dwi Kaeksi, S.Pd. Di bawah bimbingannya, para siswa aktif menuliskan pemahaman mereka tentang nilai-nilai toleransi, anti-kekerasan, dan penghargaan terhadap tradisi pada dedaunan di pohon refleksi digital tersebut. Erna panggilan akrabnya, juga memandu para siswa dalam yel-yel Sembilan Nilai Moderasi Beragama yang penuh semangat. Kombinasi antara refleksi mendalam dan yel-yel yang energik ini membuat pesan moderasi lebih mudah diterima dan diingat oleh para siswa.

Sesi terakhir sebelum penutupan di hari ke-2 ini diisi oleh Guru BK, Ibu Titik Suliswati, S.Pd. Beliau meruntuhkan stigma bahwa ruang BK adalah tempat bagi siswa bermasalah. Sebaliknya, ia memperkenalkan BK sebagai "rekan peserta didik yang bersahabat serta solutif." Titik menjelaskan bahwa layanan BK siap membantu siswa dalam berbagai aspek, mulai dari kesulitan belajar, masalah pertemanan, hingga pengembangan minat dan bakat. "Jangan ragu untuk datang ke ruang BK. Kami di sini untuk mendengarkan, mendampingi, dan bersama-sama mencari solusi terbaik agar kalian bisa belajar dan bersosialisasi dengan nyaman di madrasah," jelasnya.
Rangkaian kegiatan hari kedua Matsama ditutup dengan kegiatan Ishoma latihan yel-yel kelompok untuk memupuk kekompakan, dan diakhiri dengan Shalat Ashar berjamaah. Secara keseluruhan, hari kedua ini berhasil membekali para siswa baru dengan pengetahuan yang utuh, mencakup aspek disiplin, kesehatan, wawasan kebangsaan, spiritualitas, hingga kesehatan mental, sebagai landasan kuat untuk perjalanan mereka di MTsN 2 Kota Malang.
#StafHumasNurch4s#Zb
Dapatkan Update Berita Terbaru
Isi email Anda untuk menerima notifikasi berita terbaru dari MTsN 2 Kota Malang.
Komentar
Belum ada komentar.