Dari Evaluasi Menuju Inovasi, MTsN 2 Kota Malang Rumuskan Program Kelas Unggulan yang Lebih Berkualitas
Kota Malang, Jumat (26/06/26) – Dalam upaya menjaga mutu sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, MTsN 2 Kota Malang menyelenggarakan Kegiatan Evaluasi dan Penyusunan Program Kelas Unggulan Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat–Sabtu (26–27 Juni 2026). Kegiatan yang diikuti 22 peserta undangan tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni Selling Well Cafe & Resto pada hari pertama dan Laboratorium Komputer MTsN 2 Kota Malang pada hari kedua.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala MTsN 2 Kota Malang, Kepala Tata Usaha, Komite Madrasah, Wakil Kepala Madrasah beserta Tim Kurikulum, serta ketua program dan tim pengelola kelas unggulan, yang meliputi Program Bilingual, Olimpiade, Tahfidz, dan Percepatan (SKS). Forum ini menjadi bagian dari persiapan menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus penyempurnaan layanan kelas unggulan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan murid.
Selama dua hari, peserta mengikuti serangkaian agenda yang diawali dengan evaluasi pelaksanaan program selama satu tahun terakhir, dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan program kerja, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hingga penyusunan Term of Reference (TOR) sebagai pedoman pelaksanaan program selama satu tahun ke depan. Setiap tim pengelola kelas unggulan diberikan ruang untuk mempresentasikan hasil evaluasi sekaligus menyusun strategi pengembangan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, M.Pd., menegaskan bahwa program kelas unggulan yang telah berjalan selama satu tahun perlu dievaluasi secara menyeluruh agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.
Beliau menekankan bahwa keberhasilan kelas unggulan tidak hanya ditentukan oleh kualitas murid saat proses penerimaan, tetapi juga oleh kualitas layanan, proses pembinaan, serta capaian hasil belajar yang diperoleh selama mengikuti program.
"Kelas unggulan harus dibangun melalui sistem yang jelas, mulai dari pemetaan murid berdasarkan kualifikasi yang objektif, penyusunan program yang terarah, hingga pengelolaan anggaran yang akuntabel. Yang terpenting bukan hanya memperoleh input yang baik, tetapi bagaimana proses pembinaan mampu menghasilkan output yang unggul, berkarakter, dan berprestasi," tegas Anita Yusianti.
Lebih lanjut, beliau berharap setiap program unggulan memiliki arah pengembangan yang terukur, indikator keberhasilan yang jelas, serta mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak nyata bagi perkembangan murid.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ketua Komite MTsN 2 Kota Malang, Sjahlan. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa Komite Madrasah senantiasa memberikan dukungan terhadap seluruh program yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Menurutnya, keunggulan sebuah madrasah tidak cukup hanya ditunjukkan melalui prestasi akademik, tetapi juga harus tercermin pada pembentukan karakter dan akhlak murid. "Prestasi merupakan nilai tambah, namun akhlakul karimah harus tetap menjadi identitas utama madrasah. Oleh karena itu, setiap program unggulan harus mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berkarakter," ungkapnya.
Memasuki sesi evaluasi, masing-masing ketua program memaparkan capaian, tantangan, serta rencana pengembangan untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Tim Kelas Bilingual menyampaikan evaluasi mengenai penguatan kemampuan komunikasi berbahasa asing serta penyempurnaan pembelajaran berbasis bilingual. Tim Kelas Olimpiade memaparkan strategi pembinaan murid berbakat melalui program pendampingan intensif dan kompetisi berjenjang. Sementara itu, Program Tahfidz mengevaluasi capaian hafalan murid sekaligus merancang penguatan pembinaan Al-Qur'an berbasis target yang lebih sistematis. Adapun Program Percepatan (SKS) mempresentasikan pengembangan layanan pembelajaran yang lebih fleksibel dengan tetap menjaga kualitas akademik dan kesiapan psikologis murid.
Seluruh hasil evaluasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penyusunan program kerja, TOR, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akan menjadi pedoman pelaksanaan setiap program unggulan selama Tahun Ajaran 2026/2027. Proses penyusunan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh unsur pengelola sehingga setiap program memiliki tujuan, indikator keberhasilan, jadwal pelaksanaan, serta dukungan anggaran yang terencana dengan baik.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk memperkuat komitmen seluruh tim dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi murid. Melalui diskusi yang konstruktif dan kolaboratif, berbagai masukan berhasil dirumuskan menjadi strategi pengembangan yang lebih inovatif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Melalui kegiatan ini, MTsN 2 Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kelas unggulan yang tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk murid yang religius, berkarakter, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kelas unggulan yang semakin berkualitas, profesional, dan berdaya saing sebagai salah satu ikon keunggulan MTsN 2 Kota Malang.
#Timkehum4s4nnurch4s#jt#zb
"Mutiara dari Timur Kota Malang, Pancarkan Seribu Talenta."
MATSANDATAMA SOLMETKER!
Solid, Maju, Terdepan, Kompeten, Berkarakter.
Dapatkan Update Berita Terbaru
Isi email Anda untuk menerima notifikasi berita terbaru dari MTsN 2 Kota Malang.
Komentar
Belum ada komentar.