Kepala MTsN 2 Kota Malang: Kemerdekaan Harus Melahirkan Generasi yang Mampu Membangun Bangsa
Kemerdekaan Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa bersejarah yang diperingati setiap bulan Agustus. Di lingkungan madrasah, kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas, yakni membuka kesempatan bagi setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat, serta berkontribusi dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa.
Pandangan tersebut disampaikan Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, S.Pd., M.Pd., saat memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, salah satu wujud nyata kemerdekaan yang dapat dirasakan masyarakat adalah terbukanya akses pendidikan bagi seluruh warga negara.
Anita menuturkan bahwa sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas akademika madrasah perlu memandang kemerdekaan tidak sebatas seremoni tahunan. Kemerdekaan juga menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan sesuai dengan bidang dan minat yang dimiliki.
βDengan peringatan HUT RI khususnya ke-81 ini, kita sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya sebagai guru, tenaga kependidikan, dan juga civitas akademika madrasah, kami pertama bersyukur terkait dengan kemerdekaan ini, karena dengan ini kami bisa mengenyam pendidikan sesuai dengan bidang minat kita masing-masing,β ujar Anita, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, kemerdekaan dan pendidikan memiliki keterkaitan yang erat dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan bukan sekadar layanan yang diberikan negara, melainkan sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan yang nantinya dapat digunakan untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Oleh sebab itu, Anita menilai peringatan kemerdekaan juga harus menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap tanah air. Semangat nasionalisme, katanya, perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam membangun bangsa dan menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik.
βKita nanti dengan peringatan ini semakin tumbuh rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, nasionalisme, dan juga semangat untuk membangun bangsa ini ke depannya,β tuturnya.
Lebih lanjut, Anita mengapresiasi berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan madrasah. Ia menilai Kementerian Agama terus memberikan dukungan dan fasilitasi yang signifikan bagi pengembangan madrasah, meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu terus disempurnakan.
βInsya Allah pemerintah sudah berupaya maksimal untuk memfasilitasi, memberikan support pendidikan kepada kami, khususnya di Kemenag. Support Kemenag sangat luar biasa kepada madrasah,β katanya.
Meski demikian, Anita menegaskan bahwa berbagai kekurangan yang masih ada tidak boleh menjadi hambatan untuk terus berkembang. Sebaliknya, hal tersebut harus dijadikan motivasi untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
βYa pasti masih ada kekurangan-kekurangan, tapi tidak menjadi hal yang bermasalah untuk kami untuk maju,β tegasnya.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, Anita juga menyoroti pentingnya menjaga toleransi dan moderasi beragama. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia harus dirawat melalui sikap saling menghormati agar perbedaan menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Ia menambahkan, toleransi dan moderasi beragama merupakan modal penting yang selama ini menjaga keutuhan bangsa, sekaligus sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai fondasi kehidupan bernegara.
βYang penting jaga toleransi, terus juga tetap jaga toleransi dan moderasi beragama, karena itu menjadi kekuatan bangsa selama ini,β pesannya.
Dapatkan Update Berita Terbaru
Isi email Anda untuk menerima notifikasi berita terbaru dari MTsN 2 Kota Malang.
Komentar
Belum ada komentar.