MTsN 2 Kota Malang Gelar Workshop Penyusunan Soal Berbasis Literasi dan Numerasi Jelang Asesmen Madrasah
Kota Malang- Jumat- (17/10/2025) — Dalam rangka meningkatkan kualitas asesmen madrasah sekaligus mendukung penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 2 Kota Malang menyelenggarakan Workshop Penyusunan Soal Berbasis Literasi dan Numerasi Jelang Asesmen Madrasah, bertempat di Aula MTsN 2 Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) MTsN 2 Kota Malang, serta dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, Drs. Farid Wajdi Sjaifullah, dan Kepala MTsN 2 Kota Malang, Mokhammad Amin Tohari, S.Ag., M.Pd.I., beserta jajaran pimpinan madrasah.
Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Kepala MTsN 2 Kota Malang, Mokhammad Amin Tohari, S.Ag., M.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun soal yang berorientasi pada pemahaman dan kemampuan berpikir kritis. “Melalui workshop ini, guru diharapkan mampu menyusun soal yang tidak hanya mengukur hafalan, tetapi juga menumbuhkan daya nalar, empati, dan semangat belajar siswa sesuai semangat Kurikulum Berbasis Cinta,” ungkapnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, Drs. Farid Wajdi Sjaifullah. Ia menegaskan bahwa kualitas asesmen bergantung pada kemampuan guru memahami karakter peserta didik. “Soal yang baik lahir dari guru yang memahami karakter siswanya. Melalui kolaborasi dan penguasaan konsep literasi serta numerasi, asesmen dapat menjadi sarana pembelajaran yang menumbuhkan potensi dan karakter siswa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Achmad Shampton, S.HI., M.Ag., dalam arahannya menekankan pentingnya literasi dan numerasi sebagai bagian dari pembelajaran bermakna. “Penguatan literasi dan numerasi bukan sekadar agar siswa mampu membaca dan berhitung, tetapi agar mereka memahami makna, mampu menganalisis, serta mengambil keputusan dengan bijak. Madrasah harus melahirkan anak-anak yang benar-benar paham, bukan hanya tahu,” tegasnya.
Workshop ini menghadirkan Nuril Nuzulia, M.Pd., dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau mengangkat tema “Penerapan Panca Cinta dan Pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Cinta”. Nuril Nuzulia menjelaskan bahwa penerapan Panca Cinta yakni cinta kepada Allah, cinta ilmu, cinta sesama, cinta lingkungan, dan cinta tanah air perlu diintegrasikan dalam kegiatan belajar sehari-hari agar siswa belajar dengan hati, bukan hanya dengan pikiran.
Beliau juga menegaskan pentingnya pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam yang memberi ruang bagi siswa untuk memahami makna di balik setiap pengetahuan. Dalam penjelasannya, beliau mengutip prinsip pembelajaran bermakna: “Apa yang saya lihat, saya lupa. Apa yang saya dengar, saya lupa. Tetapi apa yang saya lihat, dengar, dan lakukan, saya tidak akan lupa.” Ungkapan tersebut menggambarkan pentingnya keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, agar pengetahuan tidak sekadar dihafalkan, tetapi dipahami dan dihidupi.
“Cinta adalah ruang di mana belajar menjadi bermakna dan membentuk karakter. Ketika guru mengajar dengan cinta, ilmu tidak hanya tersampaikan, tetapi juga tertanam dalam jiwa,” tutur Nuril Nuzulia. Selain itu, beliau mengajak para guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teks reflektif, seperti melalui buku zigzag ‘Kenangan Indah di Pesantren’, guna melatih kemampuan berpikir kritis dan empati siswa terhadap nilai-nilai kehidupan.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik penyusunan soal berbasis literasi dan numerasi sesuai rumpun mata pelajaran. Para guru berlatih menyusun butir soal yang kontekstual, menantang, serta berorientasi pada kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Hasil dari kegiatan ini akan digunakan sebagai rancangan awal penyusunan Bank Soal Asesmen Madrasah yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di MTsN 2 Kota Malang.
Melalui workshop ini, MTsN 2 Kota Malang menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pembelajaran dan asesmen, guna mewujudkan peserta didik yang cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia sejalan dengan semangat Madrasah Hebat Bermartabat.
##st4fhum4snurch4s##zb

Dapatkan Update Berita Terbaru
Isi email Anda untuk menerima notifikasi berita terbaru dari MTsN 2 Kota Malang.
Komentar
Belum ada komentar.