Ratusan Siswa MTsN 2 Kota Malang Menulis Bareng Tumpahkan Rasa Lewat Puisi
Kota Malang, Jumat (2- 05- 2025) Pukul 08.30 Suasana Masjid Al Ikhlas MTsN 2 Kota Malang berbeda dari biasanya. Hari itu, lebih dari seratus peserta didik kelas 8 dan para guru tenaga kependidikan (GTK) yang telah ditunjuk berkumpul dalam satu momen spesial dengan tema Aksara Cinta Ramadhan yang bertajuk Komunitas Menulis Kota Malang β berkolaborasi dengan seluruh madarasah se-Kota Malang . Tidak ketinggalan MTsN 2 Kota Malang ikut andil dalam membangkitkan semangat menulis puisi di kalangan pelajar dalam rangka Menulis Puisi Bareng.

Acara yang berlangsung pada Jumat pagi ini menjadi wadah ekspresi diri bagi para peserta untuk menuangkan rasa dalam bentuk karya sastra, khususnya puisi. Dengan semangat membara dan kolaborasi, para peserta diajak dan GTK menyelami dunia puisi melalui sesi teknik menulis yang dipandu oleh Riyono, S.Pd yang sekaligus sebagai guru bahasa Indonesia MTsN 2 Kota Malang. Tak sendiri, beliau juga didampingi oleh para guru bahasa Indonesia lainnya yang turut memberi warna pada acara ini, yakni Ary Budiono, S,Pd, Nur Chasanah, S.Pd, Drs. Sumari, , Guswinayu Pangestuti, S.Pd., Khadibil Adhar, S.Pd., dan Zahratul Mufidah, S.Pd.
Dalam penyampaiannya yang menyentuh, Riyono, S.Pd. menekankan pentingnya keberanian untuk mengekspresikan diri. βJika ekspresi dalam dirinya terbelenggu maka tidak mampu keluar. Nah, untuk itu kita latihan sama-sama hari ini. Mari kita ubah perasaan kita menjadi kalimat, menjadi kata-kata. Tidak mengapa jika hasilnya belum sempurna, yang penting kejujuran dalam ungkapan hati,β ujar Rio panggilan akrabnya dengan disambut antusias peserta.

Sesi kemudian dilanjutkan dengan menulis puisi secara bersama-sama. Ratusan pena pun mulai menari, menuliskan kegelisahan, harapan, dan impian dalam bait-bait penuh rasa. Tak sedikit peserta yang tampak larut dalam proses, membuktikan bahwa menulis bukan hanya tentang keterampilan, tapi juga keberanian membuka diri.
Nur Chasanah, S.Pd., selaku koordiantor kegiatan menyampaikan βKami ingin menciptakan ruang yang nyaman dan bebas bagi siswa, guru, dan karyawan untuk menulis. Karena dalam puisi, mereka bisa bebas bicara tanpa takut salah. Yang penting adalah kejujuran dalam perasaan dan keberanian untuk menuangkannya dalam tulisan,β ujarnya. βRatusan karya yang lahir hari ini adalah bukti bahwa setiap anak punya suara. Tinggal bagaimana kita membuka ruang agar suara itu terdengar.β Tambahnya.
Acara ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis siswa dan GTK, tapi juga membuka pintu kesadaran bahwa menulis adalah sarana penyembuhan dan penguatan karakter. Dengan bimbingan para guru dan dukungan dari komunitas menulis, MTsN 2 Kota Malang membuktikan bahwa madrasah juga bisa jadi rumah bagi sastra yang tumbuh dari hati.
Nch4s
Dapatkan Update Berita Terbaru
Isi email Anda untuk menerima notifikasi berita terbaru dari MTsN 2 Kota Malang.
Komentar
Belum ada komentar.